Close

Prototyping Jalan Keluar Kebuntuan Ide

by : davitkurniawan

Guys, di era 4.0 ini ritme bekerja di Industri apapun itu hampir semuanya bersentuhan dengan Teknologi baik itu Pendidikan, Kesehatan, Pertanian, Fashion dan Gaya Hidup, dukungan Teknologi Digital begitu mewarnai dan mendominasi dari bentuk bisnis itu sendiri, Digitalisasi dengan berbagai Platform dan OS menjadi Interface penting untuk dapat berkomunikasi langsung ke end user atau pengguna, tanpa mengenal waktu, tempat dan jarak.

Industri Teknologi Smartphone berbagai Merk dalam waktu yang cukup singkat antara 6 sd 8 bulan hampir dapat dikatakan selalu menciptakan dan memproduksi berbagai variantnya dan gilanya lagi dengan harga yang sangat relative murah dan terjangkau, produsen-produsen Gadget ini membanjiri pasar di dunia bahkan di Indonesia. Ini berdampak juga pada lahirnya Industri dibidang jasa dan e-commerce, melahirkan berbagai mobile platform, juga melahirkan berbagai industry dan startup baru, yang berlomba-lomba secara kreatif menciptakan seuatu yang baru “lagi dan lagi”, disatu sisi menjadi keuntungan dan kemudahan di sisi lain ini juga menuntut kecepatan dalam beradaptasi dan berinovasi.

Penduduk Indonesia saat ini hampir lebih dari 250 juta orang dan lebih dari setengahnya adalah pengguna internet aktif, tentu ini adalah peluang pasar yang sangat besar yang akan terus berkembang, karena secara fakta 1 orang bisa memiliki lebih dari 2 nomor ponsel aktif dan 2 smartphone aktif, gila ya… Smartphone menjadi sebuah perangkat yang sangat berdaya guna : bisa browsing, nonton TV streaming atau film terbaru tanpa terbatas dengan waktu dan tempat, bisa bertransaksi perbankan, jual-beli barang, bisa menjadi Camera dan Video, bersosialisasi dengan orang lain, hingga politik. “Kehadiran Smartphone dan DIgitalisasi mengubah cara dan sudut pandang penggunanya”(davitkurniawan).

Ok guys, yang saya utarakan diatas itu adalah pandangan secara umum tentang kehadiran smartphone dan digitalisasi, lantas bagaimana dengan orang-orang yang bekerja dibelakang teknologi yang menciptakan berbagai aplikasi atau platform?. Jika perangkat keras smartphone itu waktu update adalah 6 sd 8 bulan selalu bisa dikatakan selalu merilis variant baru, so .. bagaimana dengan para pencipta aplikasi dan platform ?

Bisa jadi para developer apps mencipta dan mengupdate dengan waktu yang lebih cepat lagi, bisa tiap 3 bulan sekali update apps, bisa jadi 1 kali dalam sebulan, bahkan mungkin bisa jadi setiap akhir pekan mereka mengupdate Aplikasi dan berbagai fitur dan konten, wow… Peluang dan Situasi tersebut mendorong lahirnya berbagai startup diberbagai bidang : e-commerce, telekomunikasi, transportasi, logistik, pertanian, perikanan, fintech, seni, olah raga, gaya hidup hingga layanan Big Data, AI, Machine Lerning, IoT dan lainya, tentu berbagai layanan ini membutuhkan suatu “Interface”.

Interface adalah suatu media yang digunakan oleh end user dalam mengakses berbagai kebutuhan mereka hanya dengan menggunakan “Jempolnya” maka apa yang dicari, dibutuhkan akan dikirim langsung ke lokasi dimana end user berada. Interface yang dipakai oleh end user harus memenuhi berbagai hal : mulai dari tampilan yang keren, mudah dalam pemakaiannya dan tentunya cepat, tepat, akurat dan aman. Belum lagi aplikasi, platform harus memenuhi standar keamanan data. Jadi bisa dibayangkan gimana rumitnya menjadi seorang Developer yang bekerja di Industri Digital, apalagi Developer di Startup, namanya saja sudah Startup: rintisan, karena masih merintis bisa jadi belum ada pelanggan, belum punya uang yang cukup, dan belum juga dapat pendanaan, harus bersaing dan berjuang diantara startup lainnya wah… kalua begini doa dari saya buat para developer di Startup: semoga Tuhan berserta Kita.

Tapi hidup jalan terus guys, so “siapa yang terus berusaha maka akan mendapatkannya”. Ok guys pekerjaan itu tentu tidak bisa juga diselesaikan sendiri, diperlukan partner dan kolaborasi dengan tim yang memiliki skill lainnya, dalam bekerja menciptakan atau membuat solusi dari suatu problem yang akhirnya melahirkan sebuah startup dengan wujud Apps atau Platform. Hal yang sering diabaikan oleh para Developer adalah menuangkan Idenya kedalam Tulisan, atau Kerangka Pikir, karena dikejar waktu atau bisa jadi karena terlalu semangat dalam membuatnya akhirnya setalah menemukan ide yang jadi solusi bisnis, dilewatilah satu tahapan penting yaitu : “Prototyping”.

Prototyping membantu para Developer (Hipster) menuangkan tahap demi tahap, proses demi proses dalam membuat sebuah App yang akan digunakan oleh end user, dengan prototyping dapat digambarkan bagaimana bentuk detail setiap tampilan hingga prosesnya, tata letak, bentuk dan pilihan dengan Bahasa apa akan dibuat, ini bisa diselesaikan pada Prototyping. Jadi bagi yang baru mulai ataupun yang sudah mahir, sebaiknya jangan lewatkan “Prototyping”. Prototyping dapat dibuat dengan sketsa manual : yaitu dengan ambil kertas dan pensil, lalu gambarkanlah wujudnya !.

Layaknya seorang arsitektur mendesain sebuah gambar gedung atau rumah, sebelum menjadi nyata, desainer akan menggambarnya yang selanjutnya akan didetailkan pada berbagai kebutuhan lainnya.

Begitu juga dengan seorang desainer aplikasi (Hipster), gambarkan hal-hal yang mungkin muncul dalam berbagai proses untuk menuntut dan memudahkan dalam penerjemahan algoritma dan coding bagi developer (Hacker).

Proses prototyping adalah tahap ke empat pada metodelogi Design Thinking : Empathize, Define, Ideate, Prototype dan Test. https://designthinking.ideo.com

Pada Design Sprint Google tahap prototyping ini adalah tahap ke 4 juga : Understand, Sketch, Decide, Prototype, Validate. https://designsprintkit.withgoogle.com

Prototyping dilakukan bersama tim dapat menggunakan berbagai media baik manual, ataupun menggunakan aplikasi prototyping untuk memudahkan dalam menungkan berbagai ide dan kemungkinan.

Tahapan prototyping ini penting sekali dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan membangun sebuah aplikasi, dengan adanya prototype juga akan memudahkan bagi para developer untuk membuat code, script atau coding baik back end maupun front end sebuah aplikasi atau platform yang akan dihasilkan nantinya.

 

Berikut 10 Prototyping Tools Online yang biasa digunakan oleh para designer dalam membuat desain sebuah apps:

  1. Marvel Apps https://marvelapp.com

2. InVision https://www.invisionapp.com

3. JustInMind https://www.justinmind.com

4. Flinto https://www.flinto.com

5. Proto.io https://proto.io

6. Origami.Design https://origami.design

7. Axure https://www.axure.com

8. Fluid https://www.fluidui.com

9. Prottapp https://prottapp.com

10. Prototypr.io https://www.prototypr.io

Ok guys, sepertinya cukup tulisan kali ini, untuk sekedar merefresh dan memecahkan kesunyian dalam kebuntuan ide, tetap semangat terus berkreasi guys, Jangan lupa boleh “copy dan share” tapi jangan lupa cantumin source tulisan ini dari www.davitkurniawan.djcorp.co.id  dan Follow twitter ane di https://twitter.com/davitkurniawan Tengkyu guys..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.